Kampus Universitas HKBP Nomensen (Internet/SIOGE.com)
Tawuran Mahasiswa Nommensen Medan, 1 Tewas dan 1 Luka
Medan (Tajukpos) - Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara, terlibat tawuran. Akibatnya, batu, helm, dan benda lainnya berserakan di jalanan depan kampus.
Informasi yang dihimpun dilapangan, Jalan Sutomo, Medan, yang merupakan akses menuju kampus itu, juga sempat ditutup oleh petugas kepolisian. Tampak mahasiswa yang berada di luar kampus bersorak dan sebagian dari mereka ada yang memegang benda tumpul. Bentrokan itu terjadi antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro. Namun apa yang menjadi alasan bentrokan itu belum diketahui.
"Betul, tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Perkelahian antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Untuk pemicunya, sedang kita lakukan penyelidikan dulu. Sampai saat ini petugas masih berjaga-jaga di sekitar kampus untuk mengantisipasi aksi lanjutan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto melalui Kasubbag Humas Kompol Edward N Saragih saat dikonfirmasi, Jumat (22/11/2019).
Pantauan dilapangan pukul 17.16 WIB, puluhan petugas dari Polrestabes Medan dan Brimob Polda Sumut masih berjaga-jaga di kampus tersebut. Di dalam kampus, tampak tim Inafis telah melakukan olah TKP. Sejumlah tempat yang terlihat banyak benda, seperti batu, berserakan diberi garis polisi.
1 Mahasiswa Tewas
Selanjutnya, Polisi menyebut seorang mahasiswa tewas setelah terjadi tawuran di Universitas HKBP Nommensen Medan. Selain itu seorang mahasiswa lainnya dikabarkan menjalani perawatan di rumah sakit. "Ada 2 orang korbannya. Satu meninggal dunia dan satunya lagi masih dilakukan perawatan di rumah sakit," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto kepada wartawan di area kampus Nomensen.
Tawuran itu disebut Dadang antara mahasiswa dari Fakultas Teknik dengan Fakultas Pertanian. Peristiwa yang terjadi siang tadi diduga bermula dari suatu kejadian saat pertandingan futsal pada hari sebelumnya.
"Awalnya mereka ada permainan futsal. Kemudian keesokan harinya, mereka berkumpul di dalam kampus, kemudian terjadilah tawuran antara Fakultas Teknik dan Pertanian," kata Dadang.
"Dari tawuran tersebut, ada dua korban. Yang baru teridentifikasi dari (Fakultas) Pertanian. Satu meninggal dunia, satunya lagi proses rawat," imbuh Dadang.
Dadang belum menyebutkan apa penyebab tewasnya seorang mahasiswa tersebut, termasuk luka yang dialaminya. Dia mengimbau agar semua pihak dapat menahan diri agar tidak terjadi peristiwa serupa.
"Kita berharap semua pihak bisa menahan diri baik Sivitas Pertanian dan Teknik. Kita nanti baik pihak rektorat, sivitas dan aparat akan menyelesaikan permasalahan ini," ujar Dadang. (s1/Oge)