Satu-satunya dari Sumut, Bunda PAUD Humbahas Terima Penghargaan Tingkat Nasional
Humbahas (Tajukpos) - Bunda PAUD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Lidia Kristina Dosmar Banjarnahor menerima penghargaan tertinggi dari Kementerian Pendidikan RI sebagai wujud apresiasi daerah yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD).
Penghargaan itu diserahkan oleh istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ny. Franka Franklin Nadiesm Makarim mewakili Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, selaku Bunda PAUD Nasional, bersamaan dengan 23 Bunda PAUD kabupaten/kota dan 6 Bunda PAUD tingkat provinsi, di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/11).
Hal itu disampaikan oleh Plt. Kadis Pendidikan Humbahas Drs. Jonny Gultom melalui Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Rosita Gultom SPd di Doloksanggul, Rabu (20/11/2019)
Rosita mengatakan, Bunda PAUD Humbahas merupakan satu-satunya perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang menerima penghargaan pada acara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2019 dengan tema “Memantapkan Peran Bunda PAUD Menuju PAUD Berkualitas” itu dan mendapatkan pin emas dan piala. Penghargaan ini merupakan yang pertama dalam sejarah Kabupaten Humbahas sejak mekar dari Kabupaten Tapanuli Utara 16 tahun lalu.
“Kita patut bersyukur atas penghargaan tersebut, karena dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, hanya Bunda PAUD Humbahas yang turut menerima penghargaan PAUD tingkat nasional. Dan hanya 23 Bunda PAUD kabupaten/kota untuk tingkat nasional yang menerima penghargaan itu. Jadi sekali lagi, kita menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi untuk capaian tersebut,” kata Rosita Gultom mewakili Bunda PAUD Humbahas.
Rosita menambahkan, penghargaan itu akan mereka jadikan sebagai motivasi untuk semakin berperan aktif dalam meningkatkan prestasi dan partisipasi masyarakat mewujudkan pendidikan usia dini dan pendidikan keluarga yang berkualitas di daerah itu.
“Yang pasti, sekarang kita semakin termotivasi untuk semakin bekerja keras dalam membina lembaga PAUD. Pekerjaan dan tantangan kita nanti pasti akan semakin banyak, bagaimana kita merapikan PAUD dan para tutor agar benar-benar mengajari anak PAUD dengan baik,” katanya.
Rosita juga menjelaskan, keberhasilan itu tidak terlepas dari sejumlah program dan inovasi yang sudah dilaksanakan dan diterapkan di daerah itu, dan menjadi bahan penilaian dan pertimbangan bagi pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Bunda PAUD Humbahas.
Program-program terdiri dari, satu desa satu PAUD, pemberian insentif kepada guru PAUD sebesar Rp1 juta per orang dengan sumber dana dari dana desa, pembangunan gedung-gedung PAUD, jumlah anak yang masuk PAUD tiap tahunnya terus meningkat, begitu juga dengan tingkat partisipasi masyarakat.
Selain itu, para guru PAUD di sana juga sudah diklat kompetensi. Dan untuk tahun depan sudah harus tingkat lanjut atau stata diploma II sebanyak 410 orang. Sementara jumlah PAUD di daerah itu yang aktif dan memiliki ijin di Kementerian Pendidikan sebanyak 235 unit.
“Yang menjadi payung dari semua program itu yaitu, kami sebut dengan motto PAUD Humbang Hasundutan “smiling service and care with heart to generated a guide generation. Ini kami ambil di mana kami berharap para tutor mendidik anak-anak itu dengan hati dan selalu mengusahan tersenyum. Karna kita mengetahui karakter anak-anak bagaimana mereka juga butuh kesabaran kita yang boleh mendidik mereka di PAUD kita,” ucap Rosita menirukan pernyataan Lidia Kristina.
Ditambahkan, pada kesempatan itu kata dia, Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim menyampaikan sejumlah arahan dan bimbingan yang pada intinya menyebutkan bahwa konsep bermain dan belajar yang sebenarnya membentuk murid PAUD, mengenalkan cara berkolaborasi, cara menemukan kreativitas serta cinta sekolah, dan cinta belajar. Yang penting bukan cepat ngitung, cepat nulis, dan cepat membaca. (sib/s1)