Kajati Sumut Idianto
Pimpin Peringatan HUT ke-74 Persaja, Kajati Sumut Dorong Penegakan Hukum Beretika dan Berkeadilan
Medan (tajukpos.com)- Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto memimpin upacara peringatan HUT ke-74 Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja), di halaman Kantor Kejati Sumut, Jumat (16/5).
Kajati Idianto membacakan amanat Jaksa Agung RI ST Burhanuddin. Dimana dalam amanatnya menyampaikan upacara peringatan HUT Persaja ini bukan sekadar acara seremonial biasa. Lebih dari itu, momentum ini merupakan pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban sebagai penegak hukum.
Dalam konteks implementasi KUHP Nasional (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023), Persaja secara proaktif telah melaksanakan berbagai program menyeluruh mulai dari sosialisasi melalui seminar regional dan nasional, guna meminimalisir terjadinya disparitas penerapan KUHP Nasional yang akan berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum.
"Tidak hanya membela kepentingan anggota, Persaja juga mempunyai peran penting dalam menegakkan kode etik dan perilaku Jaksa di Indonesia. Melalui partisipasi aktif dalam pendampingan dan advokasi pada forum Majelis Kode Perilaku Jaksa (MKPJ), pengurus Persaja ikut memastikan bahwa standar etika dan perilaku dilaksanakan para Jaksa di Indonesia," paparnya.
Berbagai upaya strategis tersebut dilakukan oleh Persaja, ini memiliki dampak multidimensional. Di satu sisi, program-program tersebut memastikan kesiapan para Jaksa dalam menghadapi perubahan sistem hukum yang dinamis. Di sisi lain, kontribusi Persaja turut membentuk sistem peradilan pidana yang lebih adil, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan masyarakat.
"Dengan pendekatan holistik yang memadukan aspek teknis hukum dengan nilai-nilai keadilan sosial, Persaja terus memperkuat posisinya sebagai garda depan dalam mewujudkan sistem hukum Indonesia yang modern, berintegritas, dan berkeadilan," sebutnya.
Lebih lanjut Idianto menyampaikan, dalam menghadapi dinamika sosial-politik dan perkembangan teknologi yang cepat, Persaja dituntut untuk merespons secara proaktif, tepat, dan solutif guna mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu efektivitas kinerja Kejaksaan. Hal ini mencakup upaya mitigasi terhadap disparitas penafsiran hukum, isu etik penegak hukum, serta tantangan eksternal seperti intervensi atau tekanan dari pihak lain untuk mendegradasi tingkat kepercayaan masyarakat kepada Kejaksaan.
Dari semua yang telah diuraikan tersebut, terdapat satu hal yang paling penting dalam mewujudkan Transformasi Kejaksaan menuju institusi yang berkeadilan, humanis, akuntabel, dan modern yaitu diperlukan dukungan penuh dari Persaja sebagai mitra strategis. Momentum ulang tahun Persaja ini harus dijadikan ajang refleksi untuk menilai kembali apakah telah setia pada nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa: Satya, Adhi, dan Wicaksana, serta proyeksi untuk merancang langkah-langkah strategis ke depan demi menjadikan Kejaksaan Republik Indonesia sebagai institusi penegak hukum yang modern, humanis, dan berkeadilan.
"Teruslah menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan profesi Jaksa. Kepada seluruh insan Adhyaksa, belajarlah dari sejarah, teladanilah integritas para senior kita, dan teruslah asah kemampuan teknis dan etika dalam setiap jenjang penugasan. Persaja adalah tempat terbaik untuk menempa karakter dan kompetensi," tandasnya.
Setelah upacara, Kajati Sumut dan seluruh jajaran melakukan pemotongan kue ulang tahun dan mengikuti pengarahan Jaksa Agung RI di Aula Sasana Cipta Kerja Lantai 3 kantor Kejati Sumut. (tp1/r)