BBM Jenis Partalite dan Partamax di SPBU Jalan AH Nasution Medan Kosong, Pegendara Panik
Medan (tajukpos.com)- Dua unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Jalan AH Nasution, Kecamatan Medan Johor, kehabisan Bahan Bakar Minyak(BBM) jenis Partalite dan Partamax pada Rabu (15/7/2026) sekira pukul 11.30 WIB.
Kekosongan bahan bakar minyak itu menimbulkan kepanikan bagi pengguna kendaraan, baik sepeda motor dan mobil.
Pantauan tajukpos.com, terlihat di pintu masuk di SPBU Jalan AH Nasution terdapat plank bertuliskan Partalite dan Partamax Dalam Perjalanan. Kekosongan BMM ini menimbulkan kepanikan terhadap pengguna kendaraan yang sudah minim stok BBM di tangki kendaraan mereka.
Bahkan tak jarang ada pengguna sepeda motor terpaksa mendorong sepedamotornya karena kehabisan BBM. " Iya Bang, kehabisan BBM, sudah kira kira satu kilometer mendorong, mulai dari Simpang Titi Kuning lapangan bola sampai disini lah," ucap pengendara sepeda motor Yamaha Vega dengan seorang temanya yang dibonceng dan ikut mendorong sepeda motor tersebut.
Dengan rasa lelah, kedua orang ini mendorong sepeda motornya, mencari BBM ke SPBU samping Sekolah Primbana yang tinggal berjarak dua ratus meter lagi dari mereka berhenti. Tetapi BBM jenis Partalite dan Partamax di SPBU tersebut juga kosong.
Sebelumnya, terpantau di SPBU depan Asrama haji Medan pada Selasa (14/7/2026) malam sekira pukul 19.30 WIB terlihat terjadi antrean panjang sepeda motor. Anterian sampai dua baris sepeda motor itu mengular ke badan jalan AH Nasution Medan.
Selain sepeda motor, kendaraan mobil juga mengular di SPBU depan Asrama Haji. Mobil pribadi maupun angkutan berjejer mengisi BBM. Pemandangan ini terjadi hingga pada Rabu (15/7/2026) pagi dini hari
Menanggapi terkait kekosongan BBM , Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan antrean panjang tersebut sudah terjadi dalam dua hari terakhir. Masalah ini disebabkan persoalan distribusi akibat adanya pemecatan massal sopir truk BBM.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan TNI/Polri. Kami dari TNI/Polri menyiapkan driver," ujar Bobby, Selasa (14/7) seperti dikutip dari detik.com.
Bobby meminta agar permasalahan internal ini tidak sampai mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pihak pemerintah daerah bersama aparat akan membantu mengatasi persoalan distribusi tersebut.
"(TNI/Polri) cek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TNI/Polri sudah siap jumlah personel untuk kontrol. Pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan, pemerintah siap men-cover sementara," kata Bobby.(tpc/dtc)