Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

 Brigjen Rusdi Hartono (Foto:Detikcom/Andhika Prasetia)

Polri: Ada yang Berpendapat Teror Bom Makassar-Serangan Mabes Polri Rekayasa

  • 05 April 2021 3255x

Jakarta (tajukpos.com)
Mabes Polri mengungkap, masih ada sebagian kelompok masyarakat yang berpendapat kejadian kasus bom bunuh diri di Makassar dan Mabes Pori baru-baru ini hanyalah rekayasa semata.
"Kemudian ada beberapa hal yang tentunya perlu kita cermati dalam penanggulangan terorisme ini, yang pertama adalah gerakan radikal yang ada sebagian masih tidak percaya atau sebagian sengaja tidak percaya, ini masih terjadi di masyarakat bahkan ada yang berpendapat bahwa kasus Makassar, terus kemudian juga penembakan di Mabes Polri itu rekayasa kata mereka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam diskusi virtual di kanal YouTube Public Virtue Institute, Minggu (4/4).

Rusdi menerangkan kelompok yang tidak percaya itu akhirnya membuat masyarakat kebingungan. Menurut Rusdi, hal inilah yang kemudian menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

"Masih ada kelompok-kelompok seperti itu yang tidak percaya dan sengaja memang membuat masyarakat jadi bingung, ini realita yang perlu kita hadapi bersama," ungkapnya.

Rusdi mengatakan tren pelaku teror yang terjadi saat ini menyasar kelompok kaum muda. Dia menyebut semua pihak harus mulai mengantisipasi kelompok teror tersebut.

"Kemudian realita yang kedua adalah bagaimana tantangannya ke depan, kelompok teror sudah menyasar anak muda, kasus di Makassar dan kasus di Mabes Polri itu anak-anak muda, kelahiran tahun '95, ini jelas sekali ini perlu kita antisipasi karena kelompok-kelompok teror sekarang telah menyusur daripada anak-anak muda di negeri ini," ucapnya.

Polri berharap peran kelompok moderat dapat turut serta menjalin persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan begitu, kelompok kecil yang membuat narasi menyesatkan tidak dapat menguasai pikiran masyarakat.

"Kemudian juga yang tidak kalah pentingnya dengan situasi kekinian, polri melihat pentingnya persatuan dari kelompok-kelompok moderat. Jika tidak bersatu kelompok moderat ini, maka kelompok-kelompok kecil itu akan menguasai narasi sehingga akan membentuk opini publik yang sangat menyesatkan," tuturnya.

Rusdi menegaskan terorisme merupakan permasalahan yang kompleks dan tidak bisa dianggap enteng. Untuk itu, perlu adanya pelibatan kaum muda dalam penyelesaian dan menghadapi aksi teror di Tanah Air.

"Ini perlu sekali karena permasalahan terorisme tidak masalah yang enteng, tetapi masalah yang kompleks, sehingga penyelesaiannya adalah bisa dilalui melaui bagaimana potensi-potensi sumber daya anak bangsa ini bergerak bersama untuk sama-sama menghadapi daripada pemahaman maupun aksi teror yang terjadi di Tanah Air," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) inisial L dan YSF adalah pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar. Ada peran 16 terduga teroris yang mendukung aksi mereka.

Hal ini terungkap usai tim dari Densus 88 Mabes Polri melakukan penyelidikan dan mengejar sejumlah terduga teroris di Makassar usai pasutri bomber melaksanakan aksinya pada Minggu (28/3) lalu. Belum dirincikan lebih lanjut terkait peran masing-masing dari 16 orang tersebut, sampai saat ini mereka hanya dipastikan turut membantu pasutri bomber.

"Sebanyak 16 orang ini masih dalam pemeriksaan. Perannya sudah ketahuan tapi kita masih akan terus mendalami," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom, Kamis (2/4).

Di antara 16 orang yang ditangkap di Makassar ini ada yang bertugas merakit bom, hingga ada yang melakukan observasi tempat yang menjadi sasaran tempat bom bunuh diri.

Sementara itu, Markas Bhayangkara diserang oleh seorang perempuan berpistol, Zakiah Aini (25), pada Rabu (31/3) sore. Polisi langsung melumpuhkan Zakiah yang mencoba melakukan aksi teror.

Penyerangan ini terjadi beberapa hari setelah kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Penyerangan terhadap Mabes Polri itu terjadi pada Rabu (31/3), pukul 16.30 WIB.(Detikcom)
 

>> BERITA TERKAIT

  • 04 April 2021 3325x
AS Hentikan Produksi Vaksin AstraZeneca di Baltimore

Washington (tajukpos.com) Pemerintah Amerika Serikat pada Sabtu (3/4) menghentikan pabrik manufaktur Baltimore membuat vaksin

  • 04 April 2021 3366x
Jokowi dan Prabowo Jadi Saksi Pernikahan Youtuber Atta Halilintas-Aurel

Jakarta (tajukpos.com)   Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi saksi pernikahan

  • 04 April 2021 3318x
Perayaan Paskah, Mahasiswa Muslim di Ciamis Bagikan Bunga di Gereja

Ciamis (tajukpos.com) Sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi melakukan aksi berbagi bunga di Gereja St Yohanes, Jalan

  • 03 April 2021 3281x
Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Terbalik di Jalan Lintas Medan-Berastagi

Medan (tajukpos.com) Satu unit truk bermuatan kayu gelondongan terbalik di jalan lintas Medan-Berastagi, Sumateta Utara (Sumut).

  • 03 April 2021 3176x
Kapolda: Suasana Ibadah Perayaan Jumat Agung di Sumut Cukup Kondusif

Medan (tajukpos.com) Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan suasana ibadah perayaan JUmat Agung

  • 03 April 2021 3499x
Militer Myanmar Kembali Dikecam Internasional, 44 Anak Tewas Sejak Kudeta

Yangon (tajukpos.com) Junta militer Myanmar kembali menghadapi kecaman internasional terkait kematian lebih dari 40 anak-anak

  • 03 April 2021 3279x
Razman Arif Mundur dari Kubu Moeldoko: Nazaruddin Jadi Beban

Jakarta (tajukpos.com) Pengacara Razman Arif Nasution mundur dari kubu Moeldoko. Razman, yang sempat menjadi Kepala Bidang

  • 03 April 2021 3261x
DPP Tunjuk Jonni Naibaho Sebagai Plt Ketua Partai Demokrat Humbahas

Humbahas (tajukpos.com)  DPP Partai Demokrat   menunjuk  Jonni Naibaho sebagai Plt Ketua Partai Demokrat Humbang

  • 02 April 2021 3297x
350 Orang Ikuti Vaksinasi Covid-19 di PN Medan

Medan ( tajukpos.com)  Sebanyak 350 orang di Pengadilan Negeri (PN)  Medan melaksanakan program vaksinasi Covid-19 ,

  • 01 April 2021 3321x
Drop Out, Penyerang Mabes Polri Sempat Kuliah di Universitas Gunadarma

Jakarta (tajukpos.com) Penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini (25) alias ZA, pernah mengenyam bangku kuliah di Universitas

  • 01 April 2021 3191x
Rutan Tarutung Disemprot Disinfektan,Warga Binaan Diimbau Tetap Terapkan Perilaku Hidup Sehat

Tarutung (tajukpos.com) Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung, Leonard Silalahi mengungkapkan, pihaknya kembali

  • 01 April 2021 3392x
BI Prediksi Ekonomi Sumut Membaik di Triwulan I 2021

Medan (tajukpos.com) Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan I 2021 lebih tinggi

  • 01 April 2021 3244x
Curi Mobil, Polres Tanjungbalai Ringkus Oknum Pegawai BUMN

Tanjungbalai (tajukpos.com)  Mencuri mobil jenis minibus Toyota Innova yang disimpan di tempat jasa penitipan, oknum

  • 01 April 2021 3247x
Kasus Berita Bohong, Syahganda Nainggolan Dituntut 6 Tahun Penjara

Jakarta (tajukpos.com) Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Syahganda Nainggolan 6 tahun penjara. Syahganda diyakini