Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

 Razman Arif Nasution (Foto:Detikcom/Tiara)

Razman Arif Mundur dari Kubu Moeldoko: Nazaruddin Jadi Beban

  • 03 April 2021 3287x

Jakarta (tajukpos.com)
Pengacara Razman Arif Nasution mundur dari kubu Moeldoko. Razman, yang sempat menjadi Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB), mengaku mundur karena keberadaan Nazaruddin.
"Bukan berarti bahwa kubu AHY sudah benar. Saya tetap melihat AD/ART yang dilahirkan 2020 cacat. Saya tak bergeser dari situ, tapi menurut saya keberadaan Nazaruddin adalah beban bagi Partai Demokrat hasil KLB. Kenapa jadi beban? Itu pertimbangan saya sendiri," kata Razman di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/4).

Razman menilai Nazaruddin kerap mengintervensi permasalahan hukum yang semestinya menjadi tugasnya. Selain Nazaruddin, Razman mengaku kerap berselisih paham dengan inisiator KLB PD, Darmizal. "Saya lawyer profesional, saya pernah (jadi) ketua salah satu DPP partai pusat, DPRD, saya ngerti hukum dan politik, saya freedom, saya bebas, saya nggak bisa jika ada upaya-upaya yang patut diduga melakukan intervensi pada saya, apalagi dia tak mengerti hukum. Karena itu, saya merasa sangat tak sejalan dengan Saudara Darmizal dan Nazaruddin," ujarnya.

Dia juga menuding tak ada upaya kubu Moeldoko melengkapi kekurangan berkas hingga berujung ditolak pemerintah. Dia juga mengaku khawatir kalah dan reputasinya rusak jika terus berada di kubu Moeldoko.

"Idealnya, menurut saya, ini dirapatkan dengan orang-orang hukum. Saya ketua tim advokasi hukum, bukan didiamkan, tapi begitu ini keluar, memukul ini semua, termasuk saya. Jadi saya khawatir di persidangan nantinya, termasuk PN Jakpus, saya tak mampu menyajikan data-data yang faktual. Sama dengan saya bunuh diri dan merusak reputasi saya," ucapnya.


Terakhir, dia menyayangkan sidang gugatan PD pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait KLB Deli Serdang, Sumut, yang harus ditunda. Dia meragukan kubu Moeldoko bisa membuktikan kebenaran dalam waktu yang semakin tipis.

"Kemudian terakhir ini tanggal 30 Maret kemarin idealnya kami sidang perdana. Ini konteks hukum dan katanya saya adalah ketua tim bersama dengan Bung Yosep, ada saksi semua ini. Saya diminta menunda itu dengan orang yang tak paham hukum dan efeknya Saudara tahu? Sidang PN perselisihan partai politik sesuai UU Parpol hanya 60 hari hakim menunda sampai 13 April sampai jam 9 kami rugi 14 hari. Kita harus membuktikan kebenaran versi kita. Saya tak cukup yakin kami akan mampu melawan gugatan ini. Mungkin ada orang yang lebih baik," jelasnya.

"Saya tidak akan berada di kubu AHY dan SBY, tapi saya juga tak akan berada di kubu Pak Moeldoko dan Darmizal," sambungnya.
Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan pemerintah menolak permohonan Moeldoko karena terdapat dokumen yang tidak lengkap. Dokumen yang belum dilengkapi antara lain soal DPC, DPD, hingga surat mandat. Oleh sebab itu, pemerintah menolak permohonan hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang.

"Dari hasil pemeriksaan dan/atau verifikasi terhadap seluruh kelengkapan dokumen fisik sebagaimana yang dipersyaratkan, masih ada beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi," kata Menkumham Yasonna Laoly saat konferensi pers virtual, Rabu (31/3).

                               SAYANGKAN
Sementara itu, kubu Moeldoko menyayangkan sikap Razman Arif Nasution yang menyalahkan Nazaruddin menjadi beban usai memutuskan untuk mengundurkan diri. Kubu Moeldoko menyebut sebetulnya alasan Razman Arif keluar karena adanya perbedaan pendapat dengan pihak internal kubu Moeldoko.
"Nah lah itu, nggak usahlah dipersalahkan orang lain, dicari kambing hitamnya, kita gini-gini satu tim semuanya, semuanya itu saya kan paling tua, semuanya itu adik-adik saya, mungkin kalau perbedaan silakan, nggak usahlah bilang karea Nazaruddin karena ini karena itu," kata penggagas KLB Partai Demokrat Hencky Luntungan saat dihubungi, Jumat (2/4).

Hencky mengungkap sebetulnya alasan Razman keluar lantaran adanya perbedaan pendapat dengan pihak kubu Moeldoko. Dia menyayangkan sikapnya yang menyalahkan orang lain justru bisa merusak kubu Moeldoko.

"Ya mungkin karena perbedaan pendapat, jangan nanti itu dibully keluar pada akhirnya kita jadi hancur, bagi saya silakan saja kalau itu pilihan adinda Razman monggo, tapi nggak harus diramai-ramaikan karena si A dan si B ya gitu, saya kira nggak apa," ucapnya.

Lebih lanjut, Hencky menyebut sebetulnya alasan keluarnya Razman lebih kepada persoalan teknis di dalam internal kubu Moeldoko. Razman juga menurutnya sudah tidak cocok lagi dengan pihak kubu Moeldoko.

"Ada beberapa hal kemungkinan dari sisi teknis, ada perbedaan pendapat dengan teman-teman di dalam, nah itu kan hal yang terlalu privasi, dan kalau itu sebuah pilihan ya nggak apa, silakan, jadi ini kan adik-adik saya semua, cuma saya berharap tidak membawa dan menjelek-jelekkan yang lain, kalau kita keluar yaudah keluarlah nggak apa, berarti nggak ada kecocokan, gitu maksud saya. Nggak usah karena si A, si B, si Z," ungkap Hencky.(Detikcom)
 

>> BERITA TERKAIT

  • 03 April 2021 3264x
DPP Tunjuk Jonni Naibaho Sebagai Plt Ketua Partai Demokrat Humbahas

Humbahas (tajukpos.com)  DPP Partai Demokrat   menunjuk  Jonni Naibaho sebagai Plt Ketua Partai Demokrat Humbang

  • 02 April 2021 3302x
350 Orang Ikuti Vaksinasi Covid-19 di PN Medan

Medan ( tajukpos.com)  Sebanyak 350 orang di Pengadilan Negeri (PN)  Medan melaksanakan program vaksinasi Covid-19 ,

  • 01 April 2021 3328x
Drop Out, Penyerang Mabes Polri Sempat Kuliah di Universitas Gunadarma

Jakarta (tajukpos.com) Penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini (25) alias ZA, pernah mengenyam bangku kuliah di Universitas

  • 01 April 2021 3199x
Rutan Tarutung Disemprot Disinfektan,Warga Binaan Diimbau Tetap Terapkan Perilaku Hidup Sehat

Tarutung (tajukpos.com) Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung, Leonard Silalahi mengungkapkan, pihaknya kembali

  • 01 April 2021 3398x
BI Prediksi Ekonomi Sumut Membaik di Triwulan I 2021

Medan (tajukpos.com) Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan I 2021 lebih tinggi

  • 01 April 2021 3250x
Curi Mobil, Polres Tanjungbalai Ringkus Oknum Pegawai BUMN

Tanjungbalai (tajukpos.com)  Mencuri mobil jenis minibus Toyota Innova yang disimpan di tempat jasa penitipan, oknum

  • 01 April 2021 3256x
Kasus Berita Bohong, Syahganda Nainggolan Dituntut 6 Tahun Penjara

Jakarta (tajukpos.com) Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Syahganda Nainggolan 6 tahun penjara. Syahganda diyakini

  • 01 April 2021 3321x
Perempuan Berpistol Penyerang Mabes Polri Bawa Map Warna Kuning

Jakarta (tajukpos.com) Seorang perempuan menyerang Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3) sekira pukul 16.00 WIB. Perempuan

  • 01 April 2021 3186x
Mabes Polri Diserang, Jokowi Minta Warga Tetap Tenang-Bersatu Lawan Terorisme

Jakarta (tajukpos.com) Mabes Polri diserang seorang perempuan bernama Zakiah Aini, Rabu (31/3).Polisi pun menembak mati Zakiah

  • 31 Maret 2021 3126x
Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Imbau Warga Sumut Tidak Mudik Lebaran

Medan (tajukpos.com) Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meminta meminta masyarakat mengikuti anjuran

  • 31 Maret 2021 3334x
AHY Bersyukur Putusan Pemerintah Menolak Hasil KLB Partai Demokrat Kubu Meldoko

Jakarta (tajukpos.com) Pemerintah menolak hasil kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang kubu Moeldoko yang

  • 31 Maret 2021 3244x
Pemerintah Tolak Kepengurusan Partai Demokrat Kubu Moeldoko

Jakarta (tajukpos.com) Pemerintah menolak pendaftaran hasil kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang yang digelar

  • 30 Maret 2021 3248x
Polres Labuhanbatu Tangkap 130 Pelaku Kejahatan

Labuhanbatu (tajukpos.com) Polres Labuhanbatu menggelar Operasi Sikat Toba 2021 selama tiga pekan demi menekan angka kejahatan

  • 30 Maret 2021 3296x
F-PKS DPRD Medan Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Medan (tajukpos.com) F-PKS DPRD Medan  mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar Sulawesi