Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

Kematian Babi Terus Bertambah, Lambat Laun Bisa Hilang di "Peredaran"

  • 13 Desember 2019 3362x

Medan (Tajukpos) - Hingga per 11 Desember, akumulasi kematian babi yang terlapor mencapai 27.070 ekor atau sekitar 2,7 persen dari total populasi sebanyak 1.229.742 ekor di 16 kabupaten/kota. Kematian babi secara serentak tercatat di Dairi pada 25 September yang lalu, sampai saat ini terus bertambah.
Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia pada Wartawan mengatakan di kantornya di Jalan Gator Subroto, Medan, Kamis (12/12/2019). Angka tersebut naik dari sehari sebelumnya sebanyak 25.656 ekor. Angka tersebut, menurutnya adalah angka yang terlapor. Pihaknya yakin masih ada warga yang tidak melaporkan kematian babinya karena faktor jarak atau lokasi dan menguburnya secara swadaya. "Kalau sebelumnya 25 ribu yang mati, memang sebegitu cepatnya lah kematiannya di 16 kabupaten/kota," katanya.  
Dikatakannya, 16 kabupaten tersebut yakni Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar dan Lagkat. "16 kabupaten/kota itu memang kantong ternak babi atau populasi babi di Sumut," katanya.
Angka kematian itu sudah dilaporkan ke Direktur Kesehatan Hewan dan Dirjen Peternakan setelah dilakukan analisis menyeluruh dari beberapa komponen, pertama hasil uji lab yang mana ternyata terdapat reaksi terhadap Afrikan Swine Fever (ASF), kedua kajian secara epidemologi, terkait dengan mulai kapan terjadi, berapa yang mati dan sakit, dan ketiga terkait pola dan kecamatan penyebarannya.
Menurutnya, untuk men-declare apakah kematian babi di Sumut diakibatkan ASF, 'bola' keputusannya ada di Jakarta. Declare atas penyebab kematian babi di Sumut dampaknya besar dan tidak bisa dilakukan secara serta merta dikeluarkan. Declare itu, kata dia, apakah dilakukan secara nasional, provinsi atau kabupaten/kota, kata dia, sama-sama punya dampak.
"Sumut itu punya 33 kabupaten/kota. Kematian babi ini terjadi hanya di 16 kabupaten. Kita fokus menjaga 16 ini, jangan sampai bertambah," katanya.
Ketika ditanya apakah jumlah kematian akan terus bertambah, Agus tidak menampiknya. "Berdasarkan ilmunya, ini akan  habis semua. Karena pemain di case ini hog cholera ada, penyakit bakterial ada ASF juga terindikasi," ungkapnya.
Agustia menambahkan, kematian babi ini pernah terjadi pada tahun 1993 - 1995 yang disebabkan oleh virus hog cholera. Saat itu, populasi babi di Sumut habis. Seorang tua di Dairi, kata dia, mengatakan saat itu untuk pesta adat masyarakat menggunakan babi hutan. "Artinya masyarakat itu menerima sebagai musibah. Yang kita harapakan sekarang ini, yang mati jangan dibuang sembarangan," katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, Mulkan Harahap, dua hari yang lalu mengirimkan laporan kematian ternak babi hingga 10 Desember sebanyak 25.656 ekor di 16 kabupaten/kota. Jumlah kematian tertinggi terjadi di Deli Serdang sebanyak 7.307 dari populasi sebanyak 57.361 ekor.(mt/s1)

>> BERITA TERKAIT

  • 13 Desember 2019 3187x
Pensiunan Polri Korban Perampokan Penumpang

Deliserdang (Tajukpos) - Pensiunan Polri yang beralih profesi pekerjaan menjadi sopir mobil rental bernama Risma Togatorop (61)

  • 13 Desember 2019 3429x
Sadar Pariwisata, Masyarakat Adat Bius Motung Siopat Marga Bangun "Sopo Parguruan"

Parapat(Tajukpos) - Pengembangan pariwisata Danau Toba harus melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam jumlah yang tak sedikit.

  • 13 Desember 2019 3337x
PLN Paparkan Progres Pembangunan PLTA Asahan 3

Medan (Tajukpos) - PT PLN (Persero) memaparkan progres proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3di

  • 13 Desember 2019 3299x
Pimpinan DPRD Deliserdang Dilantik, Sekwan: Tak Bisa Lagi Kunker ke Luar Kota

Lubuk Pakam (Tajukpos) - Empat Pimpinan DPRD Deliserdang dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Wakil Ketua Pengadilan

  • 13 Desember 2019 3767x
Wakil Bupati Mukomuko Kagumi Majunya  Investasi Di Medan

Medan (Tajukpos) - Usai membuka Sosialisasi Perpres No.87/2016 tentang Tim Satgas Saber Pungli dan Unit Pemberantasan Pungli

  • 13 Desember 2019 3279x
Akhyar : Tingkatkan Gotong Royong Di Setiap Lingkungan

Medan (Tajukpos)  Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota MedAn Ir H Akhyar Nasution MSi mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong

  • 13 Desember 2019 3229x
Akhyar Buka Rapat Kerja DPRD Medan

Medan (Tajukpos) - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi menghadiri Rapat Kerja Tahun Anggaran 2020 yang

  • 13 Desember 2019 3436x
Biro Perjalanan Wisata Dalam dan Luar Negeri Promosikan Wisata Medan

Medan (Tajukpos) - Sebanyak 90 perusahaan biro perjalanan wisata dari dalam dan luar.negeri mengikuti Welcome Dinner 2nd Medan

  • 13 Desember 2019 3343x
Pemko Medan Jadi Tempat Studi Banding Kunker Kabupaten/Kota Maupun DPRD

Medan (Tajukpos) - Hampir setiap pekan , Pemko Medan menjadi tempat studi banding maupun kunjungan kerja pemerintah

  • 13 Desember 2019 3884x
PT Bank Sumut  Gelar Sosialisasi Sistem Monitoring Online

Medan (Tajukpos) - Guna mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan, Pemko Medan melalui Badan Pengelola Pajak dan

  • 13 Desember 2019 3551x
Dari 25 Puskesmas di Tapteng, 23 Telah Memperoleh Akreditasi

Pandan (Tajukpos) - 12 Puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali terima Sertifikat Akreditasi dari Kementerian

  • 13 Desember 2019 3287x
Dihadiri Bupati Tapteng, Kejari Sibolga Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Sibolga (Tajukpos) - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Wakil Bupati Darwin Sitompul hadiri

  • 13 Desember 2019 3535x
AirAsia Indonesia Jajaki Rute Penerbangan Baru ke Sumut

Medan (Tajukpos) - AirAsia Indonesia berencana membuka rute penerbangan baru ke Sumatera Utara. Salah satu tujuannya ialah untuk

  • 12 Desember 2019 3368x
Ketiga Kalinya, Bupati Deli Serdang Terima Penghargaan Peduli HAM

Lubuk Pakam (Tajukpos) - Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan kembali   menerima penghargaan  sebagai