Diikuti 80 Peserta dari Kab/Kota, Gubernur Buka Pelatihan Pemazmur dan Dirigen Katolik Se-Sumut
Pematangsiantar (Tajukpos) - Gubernur Sumatera Utara membuka secara Pelatihan Pemazmur dan Dirigen se-Sumut yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Paduan Suara Gereja Katolik Daerah (LP3KD) Sumut di Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan (PPU KAM) Pematangsiantar, Jumat (13/12).
Dalam sambutannya yang dibacakan Kepala UPT Pengawasan Tenaga Kerja Wilayah III Bangun M Hutagalung SH, menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Gubernur Sumut mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendorong dan meningkatkan penghayatan umat akan nilai-nilai bukan beragama khususnya Katolik melalui lagu-lagu pujian.
"Pemerintah menyambut baik kegiatan ini, karena bermanfaat mendorong peningkatan dan pengembangan iman umat melalui lagu pujian" ujarnya dalam sambutan. Gubernur juga mengharapkan agar kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan tali persaudaraan sesama.
Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap dalam arahannya mengatakan bahwa Mazmur adalah ungkapan atau jeritan manusia akan kasih Allah. Maka diharapkan seorang pemazmur harus merasakan betapa besarnya kasih Allah pada manusia.
Ditambahkannya, mazmur, dirigen, musik adalah satu kesatuan yang harusnya membantu umat dalam mendekatkan diri dengan Allah dalam liturgi. "Jangan musik, mazmur maupun dirigen menganggu umat dalam mengikuti liturgi, harusnya membantu umat dalam mendekatkan diri dengan Allah dan merasakan betapa besar kasih Allah itu dalam liturgi," sebutnya.
Uskup Agung mengharapakan agar semua peserta serius mengikuti kegiatan ini dan nantinya menjadi perutusan di daerah masing masing.
Sementara itu, Ketua Umum LP3KD Sumut, Drs Hendrik H Sitompul MM dalam sambutannya mengharapkan agar kegiatan ini dimanfaatkan secara maksimal dan para peserta menjadi perutusan di daerah masing-masing dapat berbagi kepada orang lain.
Hendrik meminta agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik hingga selesai, agar benar-benar memahami bagaimana menjadi seorang pemazmur dan dirigen yang baik yang sesuai dengan Liturgi Katolik.
Hendrik juga berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tetap mendukung LP3KD, terlebih pada tahun mendatang ada agenda Nasional yakni lomba Paduan Suara Tingkat Nasional di NTT.
"Terimakasih kepada Pemprov Sumut yang sudah bersedia membuka kegiatan ini, Kami berharap Pemerintah Provinsi Sumut, tetap mendukung LP3KD," ujarnya.
Ketua Panitia, Yulia Sinurat dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program LP3KD Sumut, yang dihadiri 80 peserta utusan dari seluruh kabupaten/kota.
Pelatihan diselenggarakan selama 3 hari (13-15 Desember 2019). Peserta akan dilatih dan dididik agar mampu menjadi pemazmur dan dirigen yang baik dalam liturgi Katolik. (S1)