Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

Sepi Pengunjung, FDT 2019 Dinilai Gagal Total Menarik Pengunjung.

  • 11 Desember 2019 3431x

Medan (Tajukpos) – Sepi pengunjung, Festival Danau Toba (FDT) 2019 dinilai tak menarik bagi  wisatawan. Hal tersebut menjadi cuitan netizen di media sosial Facebook, Twitter dan lainnya.
“Festival Danau Toba Gagal Total tdk berdampak kpd masyrakat Parapat-Ajibata dan sekitarnya. Percuma anggaran 1,4 M lebih baik di alokasikan pelatihan pertanian atau Pokdarwis sekaligus pembelian peralatanya. Nampak kali hanya menghabiskan anggaran Pemprov di akhhir tahun  yg notabenya itu adalah uang rakyat. Sendainya GAAPS  (Gabungan Alumni Ajibata Parapat- Sekitarnya) yg pengang event ini sudah mantap kita buat yah bro Ecko Millenix Muse..Pengusaha Hotel mana Pengusaha Hotel? benar gak full  Kamar malam ini?” tulis @Renz Pakpahan di akun Facebooknya.
Kemudian, ada juga yang menilai sepinya pengunjung dalam FDT 2019 yang dibuka pada 9 Desember itu karena iklan promosinya yang hanya menampilkan foto Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah dengan tulisan dibawahnya Festival Danau Toba 2019.
“FESTIVAL DANAU TOBA 9-12 Desember 2019 Di Parapat Kabupaten Simalungun.
Mengapa sepi pengunjung?
Jawabannya singkat kata Inang Malvinas Bagariang karena melihat iklan promosi ini ibarat kampanye lagi Gubernur Sumatera Utara,publik tidak mengetahui materi apa yang di festivalkan untuk ditonton.
Imajo naeng pajojor liturgi malam on Guru Spiritual ,sambil manghatai Kas ni Huria na mago i sekalian,mauliate,” tulis @Rismon Raja Mangatur Sirait dalam akun Facebooknya.
Nama besar Danau Toba tidak diimbangi dengan keseriusan dan kematangan upaya menjadikannya dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan baik lokal, nasional hingga mancanegara.
Meskipun diklaim jumlah yang hadir saat acara berlangsung mencapai ribuan orang, namun itu terdiri dari peserta yang mengisi acara, seperti anak sekolah dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tidak begitu dengan pengunjung atau penonton yang diharapkan datang menyaksikan gelaran festival tersebut, hampir dikatakan begitu jauh dari ekspektasi nama besar FDTdan Danau Toba yang mendunia.


Sebagaimana acara yang lebih terlihat seremoial itu, berbagai komentar miring pun bermunculan. Seperti HM Nezar Djoeli, Presidium de Empatbelas yang menyebutkan bahwa FDT menyisakan nilai yang kurang baik.
“Sejatinya acara besar seperti ini menjadi ajang berkumpulnya masyarakat di Sumut dalam sebuah pesta besar yang bernama Festival Danau Toba. Harusnya persiapannya matang sejak awal, sehingga tidak hanya sdihadiri sebagian besar pelajar dan ASN saja,” kata Presidium Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 HM Nezar Djoeli, Selasa (10/12/2019).
Sejak awal lanjut Nezar, dirinya melihat ada ketidaksiapan Pemprovsu dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut menjadikan acara tahunan yang ke-7 itu jadi spektakuler. Indikatornya yakni lelang cepat, kurangnya sosialisasi dan promosi hingga kurangnya pelibatan banyak pihak, khususnya masyarakat serta pelaku wisata.
“Saya jadi bertanya, apakah Disbudpar Sumut paham akan pentingnya promosi Danau Toba lewat FDT ini? Atau kegiatan ini hanya sekedar melepaskan tanggung jawab kedinasan saja, sekedar menghabiskan anggaran APBD,” sebutnya.
Dirinya juga mengaku mendapatkan informasi bagaimana kondisi hari pertama pelaksanaan FDT di Parapat. Pertama soal amburadulnya pelaksanaan festival tahunan itu, karena kurangnya sosialisasi dan promosi seperti spanduk.
Bahkan kata Nezar, dirinya menerima kabar pada ajang Lomba 10K, menjelang dimulainya perlombaan, baru spanduk dipasang. Bahkan katanya, tidak ada yang disiapkan saat lomba tersebut berlangsung.
“Lantas selain rekor MURI yang digaungkan di FDT itu, apalagi? Saya rasa tidak ada. Dan ini tidak dalam rangka menjelekkan nama Danau Toba. Karena namanya sudah terkenal, dan harusnya Disbudpar itu tahu diri, jangan asal buat acara yang tak bermakna seperti ini. Justru kalau tidak dikritik, kita yang tak peduli dengan Danau Toba,” sebut Nezar.
Selain itu, Nezar juga melihat bahwa FDT yang seolah gaungnya besar itu, hanya ramai saat kehadiran Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saja. Sebab setelah selesai, lokasi pembukaan acara tersebut pun sepi.
“Kita akui memang ramai, anak sekolah dan ASN. Kalau ada yang nonton, warga setempat, bisa dihitung. Setelah Gubernur pulang, acara pun sepi. Jadi, saya menilai, Disbudpar yang bertanggung jawab pada kegiatan ini, telah merusak nama baik Pemprov Sumut sebagaimana visi misi Gubernur menjadikan Sumut Bermartabat. Harus ada evaluasi serius untuk ini,” jelasnya dikuti dari cybernews. (cn/s1)

>> BERITA TERKAIT

  • 11 Desember 2019 3622x
Merokok Berlebihan Bisa Sebabkan Terjadinya Keracunan Akut

Jakarta (Tajukpos) - Merokok secara berlebihan ternyata bisa menyebabkan seseorang menjadi keracunan. Paparan nikotin yang ada di

  • 11 Desember 2019 3768x
Widi Vokalis Vieratalle Buat Tato Kepulauan Indonesia, Kesakitan Tapi Ketagihan

Jakarta (Tajukpos) - Menyukai tato dan memilih untuk membuat tato di tempat yang tak terlihat, Widi Vieratalle memiliki tato

  • 11 Desember 2019 3880x
Makna Mendalam di Balik Tato Burung Garuda Melanie Subono

Jakarta (Tajukpos) - Melanie Subono merupakan salah satu artis yang memiliki tato di tubuhnya. Wanita yang dikenal sebagai musisi

  • 11 Desember 2019 3318x
Jokowi Ingin Infrastruktur Hubungkan Pasar dengan Sentra Produksi Rakyat

Jakarta (Tajukpos) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur. Saat

  • 11 Desember 2019 3550x
Satu Minggu Merantau ke Kupang, Pria Asal Medan Curi Motor

Kupang (Tajukpos) - Anggota Polsek Oebobo menangkap Iskandar, pria asal Medan, Sumatera Utara, karena diduga mencuri sepeda motor

  • 11 Desember 2019 3538x
Pemerintah Mulai Uji Coba Kartu Pra Kerja di Jakarta dan Bandung

Jakarta (Tajukpos) - Pemerintah segera merealisasikan program Kartu Pra Kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga

  • 11 Desember 2019 3460x
Kemenhub Minta Maskapai Pangkas Rute Penerbangan Sepi Penumpang

Jakarta (Tajukpos) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah meminta maskapai penerbangan pemangkasan

  • 11 Desember 2019 3437x
Ibu Muda Hamil Lumpuhkan Penjambret Handphone

Jember (Tajukpos) - Jangan remehkan emak-emak yang naik motor matik. Seperti yang dilakukan ibu muda di Jember, Jawa Timur,

  • 11 Desember 2019 3432x
MenPAN-RB ke Para ASN: Jadi PNS Jangan Memburu Eselon!

Jakarta (Tajukpos) - MenPAN-RB Tjahjo Kumolo secara tegas mengimbau para aparatur sipil negera (ASN) lebih berpikir soal

  • 11 Desember 2019 3477x
Maju Pilkada, Menantu Jokowi Bobby Nasution Ingin Bangun Medan

Medan (Tajukpos) - Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, mengaku ingin membenahi Kota Medan. Bobby Nasution sudah memastikan

  • 11 Desember 2019 3483x
Penembakan Brutal di RS Ceko, 6 Orang Tewas Pelaku Kabur

Praha (Tajukpos) - Seorang pria bersenjata melepas tembakan di dalam sebuah rumah sakit (RS) di kota Ostrava, Ceko. Sedikitnya

  • 11 Desember 2019 3516x
Rebutan Warisan Keluarga Mantan PM Australia Bob Hawke Libatkan Pemerkosaan

Canberra (Tajukpos) - Salah satu anak mantan PM Australia Bob Hawke Rossyln Dillon mengatakan dia pernah diperkosa teman ayahnya

  • 11 Desember 2019 3417x
Saut Titip Sepeda ke Firli cs untuk Siapa Pun yang Ungkap Kasus Novel

Jakarta (Tajukpos) - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyumbangkan satu unit sepeda kesayangannya sebagai untuk hadiah bagi siapa

  • 11 Desember 2019 3525x
Waket DPRD Ihwan Ritonga Daftar Pilwalkot Medan ke PDIP-NasDem

Medan (Tajukpos) - Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra Ihwan Ritonga mengatakan telah mendaftarkan diri ke empat