Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

Meski Ada Larangan, Aktivitas Tambang Ilegal Masih Berlangsung di Madina

  • 28 November 2019 3426x

Madina (Tajukpos) - Meskipun Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan pertambangan liar di kabupaten tersebut, hingga kini aktivitas pertambangan tanpa izin masih berlangsung di beberapa lokasi.
Surat edaran bupati nomor 540/3521/Tupim/2019 tertanggal 18 Nopember tentang pertambangan liar yang ditujukan kepada Sekda, para Asisten Sekdakab, staf ahli, pimpinan OPD, para Camat dan para Lurah dan Kepala Desa se-Madina itu bertujuan menyikapi maraknya aktivitas pertambangan liar di seluruh wilayah hukum Kabupaten Mandailing Natal.
Sehubungan dengan surat tersebut kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Madina diinstruksikan dalam setiap tingkatannya untuk segera menyampaikan larangan aktivitas pertambangan liar di wilayah hukum Mandailing Natal.
Di wilayah Mandailing Natal sendiri saat ini ada beberapa wilayah yang melakukan penambangan, di antaranya adalah di Mandailing Julu (Kotanopan, Ulu Pungkut, dan Muarasipongi).
Pada kawasan ini masyarakat sudah melakukan penambangan tradisional dengan cara manggore (mendulang) di sungai sejak turun temurun.
Kemudian di wilayah Pantai Barat (Batang Natal, Lingga  Bayu, Sinunukan, Ranto Baek, dan Muara Batang Gadis) dimana para penambang dalam aktivitasnya mencari emas selain menggunakan mesin dompeng menyedot tanah di pinggiran sungai dan lokasi perkebunan warga juga menggunakan alat berat. 
Makanya tidak heran jika di kawasan tersebut banyak ditemukan kerusakan lahan dan pinggiran sungai akibat aktivitas tambang tersebut. Selain itu sungai-sungai di kawasan itu selalu keruh setiap harinya.
Kemudian, di wilayah Mandailing Godang (Hutabargot, dan Naga Juang). Pada kawasan ini para penambang dalam mencari emas harus menggunakan alat mesin bor jenis Jack Hammer dengan kapasitas tinggi karena harus menggali dan melobangi gunung dengan kedalaman mencapai ratusan meter untuk mencari batuan yang mengandung emas.
Camat Hutabargot, Indra Gunawan kepada ANTARA, Rabu (26/11), menyampaikan, di daerah itu saat ini terdapat lima lokasi yang dijadikan masyarakat sebagai lokasi pertambangan.
Aktivitas tambang ini tersebar di lima gunung yang ada di wilayah itu yakni, yakni di KM 1,5, KM 3,5, KM 4, bukit Sarahan dan Panapahan.
Hingga saat ini jumlah penambang yang melakukan aktifitas pada wilayah tersebut diprediksi mencapai ratusan orang. Aktivitas tambang ini sendiri beroperasi sejak 2009.
Para penambang ini selain berasal dari berbagai desa yang ada di Madina juga berasal dari wilayah Jawa dan Bengkulu.
Maraknya aktivitas tambang dan penggunaan bahan kimia jenis merkuri dalam proses pemisahan biji emas dengan bebatuan di Kabupaten Madina diduga telah mengakibatkan dampak kepada kesehatan manusia. Hal ini terlihat dengan adanya bayi lahir dengan kondisi tidak wajar di sekitaran lokasi pertambangan.
Dalam kurun dua tahun terakhir ini tercatat sebanyak enam bayi baru lahir yang memiliki anggota tubuh di luar kewajaran yaitu, bayi lahir tanpa batok kepala sehingga kelihatan semua komponen otaknya, lahir tanpa tulang rusuk dan kulit pembalut perut dan semua komponen yang ada dalam perut kelihatan semua komponennya dan bayi baru lahir memiliki satu mata serta bayi lahir ususnya keluar dari perut dan lahir tanpa batok kepala.
Sebelumnya, Bupati Mandailing Natal, Drs. Dahlan Hasan Nasution menyebutkan, dalam kurun dua tahun belakangan ini sudah ada enam bayi baru lahir yang menurut hasil Diagnosa mengalami cacat bawaan Omphalocele, Anencephali, Cyclopia dan Gastroschicis dan Anencephaly.
Dari penjelasan beberapa para ibu didapat penjelasan bahwa keseharian mereka bekerja pada aktifitas Galundung atau alat pemisah batuan menjadi biji emas yang dicampur dengan bahan kimia.
Menyikapi kondisi ini, di Kecamatan Hutabargot para Muspika Kecamatan terus melakukan sosialisai bahaya limbah Merkuri di kecamatan itu.
Penyuluhan dan sosialisasi bahaya limbah Merkuri dan kesehatan ibu Hamil kepada masyarakat tersebut turut juga dihadiri oleh pemerintah Desa, Puskesmas, KUA, Danramil 13 Panyabungan, Polsek Panyabungan, alim uama, tokoh masyarakat serta masyarakat.
Dalam sosialisasi ini disampaikan pemakaian kimia dan merkuri serta tigginya tingkat pencemaran akibat limbah obat kimia dan markuri untuk pengolahan batu emas ini sangat besar dampaknya buat kehidupan serta kesehatan masyarakat, apalagi untuk ibu hamil dan janin yang dikandung.(Ant)

>> BERITA TERKAIT

  • 28 November 2019 3254x
Tebing Tinggi Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2019

Tebing Tinggi (Tajukpos) - Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan kegiatan peringatan Hari

  • 28 November 2019 3860x
Bawa Narkotika Dari Malaysia, Lanal TBA Tangkap TKI Ilegal

Tanjungbalai (Tajukpos) - Personel Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan (Lanal TBA) berhasil menangkap TKI ilegal berinisial

  • 28 November 2019 3271x
Bupati Asahan Minta Tenaga Medis Puskesmas dan RS Disiplin Bekerja

Asahan (Tajukpos) - Bupati Asahan, H Surya BSc meminta kepada seluruh tenaga medis, baik dokter, perawat dan yang bertugas di

  • 28 November 2019 3316x
Kementan Ajak ASN Pertanian Tingkatkan Kapsitas dan Dukung Konstra Tani

Medan (Tajukpos) - Kementerian Pertanian RI mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) Pertanian untuk meningkatkan kapasitas diri

  • 27 November 2019 3328x
DPRD Medan Belum Menjalankan Fungsinya, Hendra DS Sarankan Pimpinan Gunakan Wewenangnya

Medan (Tajukpos)  - Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan sudah tiga bulan tanpa menjalankan fungsinya

  • 28 November 2019 3411x
Menciptakan Generasi Cerdas, Terampil, Pemkab Samosir Gelar Seminar dan Workshop Pendidikan

Samosir (Tajukpos) - Untuk menciptakan generasi yang cerdas, terampil dan bersahaja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir

  • 27 November 2019 3218x
Tatib Sebelumnya Tidak Bisa Dipakai DPRD Medan

Medan (Tajukpos) - DPRD Medan saat ini tengah berupaya untuk mengejar agar tata tertib (Tatib) yang sedang proses eksaminasi di

  • 27 November 2019 3619x
Memudahkan Penumpang, Pemko Medan Pasang Stiker Trayek Angkot

Medan (Tajukpos) - Untuk peningkatan pelayanan sekaligus memudahkan masyarakat (penumpang) untuk menuju tempat tujuan, Pemko

  • 27 November 2019 3233x
Rakor Pembinaan Jalan Daerah, Sekdaprovsu: Infrastruktur Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Medan (Tajukpos) – Keberadaan infrastruktur jalan dan jembatan sangat vital sebagai penggerak utama roda perekonomian.

  • 27 November 2019 3279x
Mal di Kota Malang Imbau Karyawan Tidak Pakai Atribut Natal

Malang (Tajukpos)  - Menjelang Hari Natal 2019, pengelola Mall Olympic Garden (MOG) di Kota Malang, Jawa Timur, mengimbau

  • 27 November 2019 3378x
Buka Pabrik di RI, Hyundai Bakal Serap 230.000 Pekerja

Jakarta (Tajukpos) - Hyundai resmi mengumumkan berinvestasi di Indonesia dan mendirikan pabrik di wilayah Deltamas bulan

  • 27 November 2019 3326x
Pemerintah Targetkan Omnibus Law Efektif Berlaku Januari 2020

Jakarta (Tajukpos) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan, omnibus law dibidang perpajakan akan segera terbit

  • 27 November 2019 3304x
KTP, KK dan Akte Sekarang Bisa Cetak Sendiri

Jakarta (Tajukpos) - Masyarakat Indonesia tak lagi dipusingkan dengan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berkat adanya

  • 27 November 2019 3328x
Kandaskan Thailand, Indonesia Jalankan Instruksi Indra Sjafri dengan Baik

Manilla (Tajukpos) - Ketua PSSI, Mochamad Iriawan puas dengan performa Timnas Indonesia U-22 saat menang atas Thailand