Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani Desak Pemerintah Angkat Guru Honorer

  • 26 November 2019 3251x

Jakarta (Tajukpos) - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) segera mengeluarkan regulasi pengangkatan guru honorer yang telah dinyatakan lulus tes pada Februari 2019 silam sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurutnya, regulasi tersebut harus segera terbit agar Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak memiliki alasan lagi sehingga masalah pengangkatan guru honorer tersebut semakin berlarut.
"Sejauh ini BKN beralasan masih terkendala regulasi, sedangkan Kemenpan-RB sebagai pembuat regulasi belum mengeluarkan keputusan tersebut. Oleh karena itu, DPR mendorong pemerintah agar segera mengeluarkan regulasi tentang pengangkatan guru honorer yang telah lulus tes pada Februari 2019 lalu," kata Puan dalam keterangannya, Senin (25/11).
Selain itu, politikus PDIP itu juga meminta pemerintah melakukan program peningkatan kompetensi dan kapasitas guru. Menurutnya, langkah itu penting agar kemampuan siswa di Indonesia sejajar dengan pelajar di negara-negara lain.
Sebab, kata Puan, anggaran pendidikan yang digelontorkan pemerintah Indonesia besarannya sama dengan jumlah anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah di negara-negara kawasan Asia Tenggara lain.
"Anggaran Pendidikan kita sama dengan negara ASEAN seperti Vietnam yakni 20 persen dari APBN,'' ujarnya.
Puan berharap para guru dapat mengembangkan sistem belajar yang kreatif dan interaktif untuk meningkatkan literasi membaca, kemampuan matematika dan sains para siswa.
"Salah satunya dengan mengajak para siswa aktif berdiskusi," ujar Puan.
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memberikan solusi konkret bagi ratusan ribu guru honorer yang tak jelas kesejahteraan dan penghasilannya. Hal itu ia katakan sekaligus merespons pidato Nadiem dalam rangka Hari Guru Nasional 2019.
Politikus PDI Perjuangan ini menilai, guru adalah ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Maka dari itu, dia mendorong kesejahteraan guru harus terus diperhatikan.
"Guru adalah pondasi pembangunan SDM. Karena itu pemerintah wajib meningkatkan kesejahteraan serta kapasitas dan kompetensinya," kata dia.
Selain itu, Puan meminta agar pemerintah bisa mengembangkan kompetensi para guru. Sehingga bisa mengembangkan kualitas para siswa yang diajarkan.
"Anggaran pendidikan kita sama dengan negara Asean seperti Vietnam yakni 20 persen dari APBN. Tapi skor PISA kita kalah jauh," tandasnya.
Dalam pidato Hari Guru Nasional, Nadiem meminta para guru memulai perubahan lewat lima program, yaitu mengajak anak didik berdiskusi bukan hanya mendengarkan guru, memberi kesempatan pada murid untuk mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, dan menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.(t/s1)

>> BERITA TERKAIT

  • 26 November 2019 3230x
Proyek SPAM Simanindo Rampung, Dioperasikan Desember 2019

Samosir (Tajukpos) – Pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dengan penerapan teknologi IPA (Instlasi Pengolahan

  • 26 November 2019 3293x
Ratusan kios pedagang pakaian bekas terbakar di Tanjung Balai

Medan (Tajukpos) -- Kebakaran melanda pasar pakaian bekas di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Selasa (26/11) pukul 00.15 WIB.

  • 26 November 2019 3343x
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Untuk Bangsa Indonesia, Pancasila Sudah Final

Medan (Tajukpos) – Pancasila adalah konsensus dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut sudah final dan

  • 26 November 2019 3281x
Tepis Isu Terkena Virus, Bupati Deli Serdang Bersama Tokoh Agama Makan Bersama Menu Ikan Laut

Percut Sei Tuan (Tajukpos) - Untuk menepis isu terkait viralnya pemberitaan virus hog kholera yang marak belakangan ini di

  • 26 November 2019 3418x
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Doloksanggul Tanam Pohon Pisang di Jalan

Humbahas (Tajukpos) - Tidak kunjung diperbaiki, warga sekitar Jalan Saitnihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang

  • 26 November 2019 3342x
Finalis Puteri Indonesia Sumatera Utara 2020 Diharapkan Harumkan Nama Sumut

Medan (Tajukpos) – Sebanyak 20 finalis Putri Indonesia Sumatera Utara 2020 mendapat pengarahan dari Gubernur Edy Rahmayadi,

  • 26 November 2019 3299x
Hari Ini, Portal SSCASN Tak Dapat Diakses Sementara

Jakarta (Tajukpos) - Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang pendaftaran Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) 2019. Dengan

  • 26 November 2019 3551x
Megawati dan Puan Maharani Nobar Film Naga Bonar Reborn

Jakarta (Tajukpos) - Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bersama Ketua DPR Puan

  • 26 November 2019 3475x
Artis Angely Emitasari Jadi Kades, Masih Terima Tawaran Nyanyi

Jakarta (Tajukpos) - Biduan cantik Angely Emitasari kini sudah menjadi Kades atau kepala desa. Meski begitu, ia ternyata masih

  • 26 November 2019 3409x
Dikabarkan Datsun Tutup Produksi, Nissan Angkat Suara

Jakarta (Tajukpos) - Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian,

  • 26 November 2019 3288x
Jokowi Ajak Peneliti Muda RI di Korsel Bangun Tanah Air

Busan (Tajukpos) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada para peneliti muda asal Indonesia yang kini berada di Korea

  • 26 November 2019 3364x
Soal Ketidaksiapan Filipina di SEA Games 2019, Kemenpora Minta Atlet Memahami

Jakarta (Tajukpos) - Filipina keteteran menyambut dimulainya SEA Games 2019. Tapi sejak jauh hari Filipina memang sudah mengakui

  • 26 November 2019 3343x
"ATM" Dukcapil Diluncurkan, Mendagri Harap Jadi Contoh Layanan Publik Lain

Jakarta (Tajukpos) - Kementerian Dalam Negeri meluncurkan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) untuk melayani administrasi

  • 26 November 2019 3367x
Pesawat Seruduk Rumah Warga di Kongo, 29 Orang Tewas

Kinshasa (Tajukpos) - Sebuah pesawat jatuh menimpa rumah warga di kota Goma, Kongo bagian timur. Nahas, sedikitnya 29 orang tewas