Konsolidasi DPC Gerindra Dirangkai Paparan Visi-Misi Balon Kepala Daerah Medan
Medan (Tajukpos) – DPC Partai Gerindra Kota Medan menggelar Rapat Konsolidasi Kader Partai Gerindra dalam menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan tahun 2020, Minggu (1/12/2019) di Hotel Madani Medan. Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyampaian visi misi para bakal calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang telah mendaftar ke Partai Gerindra kepada seluruh kader dan simpatisan yang berasal dari pengurus tingkat kecamatan dan kelurahan. "Semuanya konfirmasi hadir," ujar Ketua DPC Partai Gerindra Medan, Bobby O Zulkarnain. Dikatakannya, tahun 2020 merupakan momen penting bagi Partai Gerindra Kota Medan untuk meraih kemenangan, setelah sebelumnya berhasil meraih kemenangan pada Pemilu 2019. "Siapapun yang terpilih nanti untuk menjadi calon Wali Kota Medan dari Partai Gerindra, kita harus memenangkannya. Kita buktikan kembali bahwa Gerindra dapat memenangkan calonnya di Pilkada Medan," ujarnya. Diharapkannya, kader Gerindra harus mempunyai semangat yang sama, bahwa Gerindra adalah partai besar dan partai pemenang. "Acara ini penting, agar sedari awal kita kenal para calon,” urainya. Dalam penyampaian visi misi tersebut, setiap kandidat diberikan waktu 15 menit untuk memaparkannya kepada kader dan simpatisan yang hadir. "Setelah penyampaian visi misi, diberikan waktu 5 menit untuk tanya jawab dengan audiens," tambahnya. Koordinator Tim Desk Dedi Arfan Sinaga menambahkan, melalui kegiatan itu Gerindra ingin memberikan pendidikan politik, ide agar para calon memperoleh tempat di hati para kader, Gerindra khususnya dan masyarakat yang diundang pada umumnya. "Hari ini kita dapat menilai siapa Balon yang memiliki ide-ide brilian untuk menyelesaikan masalah Kota Medan. Kita berharap profil Wali Kota Medan ke depan adalah orang yang amanah dan mampu mewujudkan kualitas pelayanan publik," sebutnya sembari meminta tragedi tiga kali berturut-turut Wali Kota Medan tersandung kasus lalu masuk penjara, tidak terjadi lagi. Salah satu balon Wali Kota Medan, Maruli Siahaan menerangkan di usia ke 59, dirinya masih memiliki kesehatan dan fisik yang baik. Sehingga ingin mengabdikan diri untuk Kota Medan. Maruli berjanji apabila diberikan kepercayaan, dirinya akan melakukan reformasi birokrasi. "Melalui tata kelola pemerintahan, kita akan bangun pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang prima dan terpercaya," tuturnya. Sebagai pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Kombes Pol, Maruli juga berjanji memelihara ketertiban umum demi terwujudnya kenyamanan dan keamanan di Kota Medan. Di sisi lain, ia menilai Kota Medan dengan luas wilayah 26.510 hektar punya tangan-tangan tersendiri dalam upaya pembangunan daerah. Sebab, dikelilingi Kabupaten Deliserdang. "Itu menjadi hambatan tersendiri atau tantangan," bebernya. Balon lainnya, H Ihwan Ritonga ingin menjadikan Medan kota yang bermartabat. "Martabat itu bukan sekedar kata, tapi itu bermakna yang melindungi penduduknya, mensejahterakan dam mencerdaskan warganya, ini visi saya ketika diusung dan dipilih menjadi wali kota tahun 2020," kata Ihwan. Pengalaman sebagai legislator 5 tahun, kata Ihwan, menjadi dukungan bagi dirinya untuk memahami betul persoalan yang terjadi di Kota Medan. "Saya tahu betul persoalan di Medan, saya 5 tahun jadi anggota dewan. Persoalan sampah hingga kita dinobatkan sebagai kota terjorok, masalah infrastruktur muncul istilah Medan sejuta lobang hingga banjir yang membuat Medan menjadi laut," jelasnya. Sementara Sakhyan Asmara bertekad menjadikan Kota Medan bebas korupsi. Seperti diketahui 3 Wali Kota Medan secara berturut-turut tidak mampu menyelesaikan masa tugasnya karena tersangkut persoalan hukum. "Saya akan jadikan Medan bebas korupsi," bebernya. Bukan hanya itu, ia juga menjanjikan Kota Medan lebih baik dalam dua tahun apabila dirinya menjadi wali kota. "Dalam 2 tahun masalah banjir diatasi, 2 tahun pasar tradisional sudah tertata dengan baik, 2 tahun semua heritage akan direvitalisasi, mulai istana Maimun. Dan dalam 3 tahun bebas sampah," tegasnya. Mantan Deputy di Kemenpora itu juga ingin meningkatkan peran kepala lingkungan yang ada, bukan hanya sekedar mengurus KK dan KTP. "Kepling akan jadi ujung tombak dalam menjalankan visi misi saya ke depan," pungkasnya. (S1)