Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu bersama Dubes Denmark Lars Bo Larsen saat meninjau Kawasan Kaldera Toba Nomadic Escape, Desa Pardamean Sibisa Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba ,Kamis (18/3). (Foto/Antara/HO)
Duta Besar Denmark Berkunjung ke Kabupaten Dairi
Dairi (tajukpos.com)
Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengadakan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini dan ASEAN, Lars Bo Larsen di Kawasan Kaldera Toba Nomadic Escape, Desa Pardamean Sibisa Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba pada Kamis (18/3).
Dalam pertemuan itu, Bupati Eddy Berutu memaparkan bahwa wilayah Kabupaten Dairi merupakan salah satu bagian dari Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba sehingga dirinya sebagai pihak pemerintah daerah sangat memberikan perhatian dan dukungan dalam upaya pengembangan DPSP Danau Toba tersebut.
“Kabupaten Dairi yakni Kecamatan Silahisabungan masuk ke dalam kawasan tersebut karena berada di tepian Danau Toba, jadi kami sangat mendukung sepenuhnya pengembangan kawasan ini,” kata Eddy Berutu.
Pada pertemuan itu juga, Bupati Eddy Berutu mengutarakan beberapa spot wisata unggulan yang terdapat di wilayah Kabupaten Dairi diantaranya adalah Geosite Silahisabungan dengan Tao Silalahi yang memukau
Juga kawasan wisata Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo yang memiliki fasilitas bangunan dengan nuansa dan simbol toleransi kerukunan umat beragama.
Serta Taman Wisata Alam Si Cike Cike yang menonjolkan keindahan dan keasrian alam yang dipadukan dengan konsep pelestarian alam karena merupakan salah satu hutan suaka alam.
Bupati mengungkapkan bahwa Kawasan Danau Toba menjadi proyek Prioritas Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 18 Tahun 2020 Tentang RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Tahun 2020-2024.
Sehingga berdasarkan Perpres tersebut, dirinya menyampaikan pihaknya dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Dairi sudah membuat berbagai perencanaan kegiatan sebagai bentuk kontribusi nyata daerah dalam pengembangan Kawasan DPSP Danau Toba, ujar Berutu.
Di antaranya dengan memulai Perencanaan Ekowisata yang berlokasi di Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
“Kedepannya, Ekowisata Silalahi ini akan mendukung Kawasan Danau Toba sebagai Kawasan pariwisata berkelas (High-End) dan berdaya tarik nasional maupun internasional. Terdapat beberapa potensi yang dapat dikembangkan di Desa Silalahi ini, diantaranya potensi wisata alam perbukitan, wisata alam danau toba, dan wisata edukasi pertanian (agrowisata),” terang Eddy Berutu.
Dalam pengembangannya sebagaimana yang telah direncanakan termasuk diusulkan ke pihak pemerintah pusat, Bupati Berutu mengatakan Ekowisata di Kawasan Silalahi akan memiliki beberapa atraksi yang dapat dinikmati oleh pengunjung diantaranya kawasan bumi perkemahan Silalahi (camping ground), wisata belanja dan kuliner, panggung budaya serta outbond.
Selain itu, Bupati Daii juga mengutarakan program Agri Unggul yang saat ini sedang dilakukan pemerintahannya dalam upaya mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang yang sudah tersohor dan mendunia, dengan berbagai langkah yang sudah dilakukan diantaranya, memasyarakatkan minum kopi dengan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dairi untuk minum Kopi Sidikalang,
"Termasuk perluasan areal tanaman kopi dengan target 5.000 hektar dan melakukan pembagian bibit unggul serta Mendukung Koperasi Kopi (CIMATA) dan Yayasan Petrasa dalam upaya pengembangan Kopi Sidikalang,” imbuhnya.
Saat ini, ksta Bupti, Pemkab Dairi sedang mengupayakan pengembangan potensi investasi perindustrian di wilayah Kabupaten Dairi yang didominasi Industri Rumah Tangga (home industri).
Sehingga mampu menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing meliputi Industri Ulos di Kecamatan Silalahi dan Industri Pengolahan Kopi Bubuk dari berbagai merek lokal.
“Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Dairi melalui Dekranasda Dairi yakni pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan kepada para pengrajin Ulos di Silalahi dalam peningkatan nilai tambah tenun ulos dengan konsep eco-fashion. Ulos akan dikembangkan bukan hanya untuk kebutuhan adat, tetapi mengarah kepada fashion dan souvenir yang ramah lingkungan, karena sudah menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan." ujar Eddy Berutu.
Di kesempatan itu, Bupati Dairi Eddy Berutu berharap agar Lars Bo Larsen dapat kembali berkunjung ke Kabupaten Dairi dan mengundang wisatawan mancanegara dan para investor dari luar negeri khususnya dari Negara Denmark untuk melihat langsung berbagai potensi yang luar biasa yang dimiliki Kabupaten Dairi untuk dikembangkan.
Bupati juga mengajak perusahaan-perusahaan Denmark untuk masuk ke sektor pertanian di Dairi, antara lain industri pengolahan jagung dan kopi, juga sektor energi baru terbarukan antara lain PLTA dan Solar.
Selain itu, Bupati mengajak para ahli teknologi asal negara Denmark untuk membantu mengembalikan kemurnian air Danau Toba dengan pilot project di Kawasan Tao (danau) Silalahi, yang merupakan bagian Danau Toba.
Pada kedempatan itu, Lars Bo Larsen diajak berkeliling melihat keindahan Kawasan Danau Toba termasuk mengunjungi museum Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno dan meninjau salah satu dermaga di Kabupaten Simalungun.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Toba Ir. Poltak Sitorus, Wakil Bupati Pakpak Bharat H.Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd, Wakil Rektor IT Del ,perwakilan Badan Otorita Danau Toba (BODT) dan lainnya.(Antaranews)