Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

 Anggota DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil saat diskusi dengan tema "Wajah Islam Politik Pasca Pilpres 2019" Di Kantor Parameter Politik, Jakarta. (Foto:Irfan Adi Saputra/kumparan)

PKS : Bahaya Bila Presiden Dijabat Lebih dari 2 Periode

  • 14 Maret 2021 3309x

Jakarta (tajukpos.com)
Politikus PKS Nasir Djamil menegaskan bahwa pihaknya menolak keras jika ada wacana terkait kepemimpinan presiden tiga periode.
Ia menganggap makin lama suatu rezim berkuasa, potensi munculnya korupsi akan semakin besar.

Karena alasan itulah, menurut Nasir, sejumlah negara menerapkan aturan maksimal kepemimpinan selama dua periode saja untuk tiap kepala negara.

Meskipun kebijakan ini terbilang kebijakan terbuka, namun menurutnya PKS tegas menolak jika ada wacana tersebut.

"Hampir semua negara itu selalu dua periode dia dibatasi oleh dua periode karena apa karena kekuasaan itu potensi untuk korup, semakin lama dia berkuasa maka potensi ya keinginan nafsu ya untuk korup itu tentu akan lebih besar," ujar Nasir dalam diskusi yang digelar Forum Tanah Air secara daring, Minggu (14/3).

"Karena itu spekulasi-spekulasi inilah yang yang muncul di tengah publik tentu saja PKS terkait dengan periodesasi jabatan presiden tentu ini menolak," sambungnya.
Terlebih menurut Nasir di Indonesia presiden memiliki hak istimewa tersendiri salah satunya hak penggunaan anggaran. Sehingga ia menilai penerapan aturan 3 periode jelas tidak akan sesuai untuk diterapkan di Indonesia dengan sistem Presidensial yang dianutnya.

"Oleh sebab itu perlu dibatasi dia karena dia punya sarana, semuanya dia punya, orang dia punya anggaran apalagi di Indonesia menerapkan sistem presidensial yang tentu ini sangat berbahaya bagi suatu negara ketika misalnya ada jabatan 3 periode bagi seorang pemegang eksekutif karena Indonesia sebagai kepala pemerintahan juga sebagai kepala negara," ucap Nasir.

Jika wacana tersebut tak ditentang, ia khawatir akan muncul rezim otoriter yang cenderung merugikan bagi negara.

"Tentu dalam pandangan saya akan membahayakan bahkan bisa cenderung membawa Indonesia kepada negara otoriter. Walaupun memang otoriter saat ini tidak seperti otoriter di masa orde baru ya jadi kalau kalau otoriter di rezim saat ini adalah pelan tapi pasti pelan tapi pasti," kata Nasir.Wacana soal perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode sebelumnya sempat mengemuka saat upaya amandemen UUD 1945 bergulir.

Apalagi dalam wacana tersebut, muncul juga usulan yang menuai pro dan kontra lainnya, yaitu pemilihan presiden oleh MPR.

Wacana soal masa jabatan presiden jadi 3 periode sebelumnya sempat dikomentari oleh Presiden Joko Widodo. Ia menegaskan menolak usulan yang masuk dalam rangkaian amandemen UUD 1945 itu.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga (maknanya) menurut saya. Satu ingin menampar muka saya," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

"Yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan," lanjut Jokowi.(KumparanNews)

>> BERITA TERKAIT

  • 14 Maret 2021 3226x
Arsenal Tertinggal dari Tottenham di Klasemen, Arteta: Sulit Diterima

London (tajukpos.com) Sudah lama Arsenal tak finis di atas Tottenham Hotspur di Liga Inggris. Manajer

  • 14 Maret 2021 3290x
Polsek Bahorok Tangkap Tiga Warga dari Penginapan di Bukit Lawang

Langkat (tajukpos.com)  Polsek Bahorok, Kabupaten Langkat, menangkap tiga tersangka DJP alias Wong (40) warga Dusun I Sei

  • 14 Maret 2021 3128x
Dua Kali Divaksinasi, Wagub NTB Positif Covid-19

Mataram (tajukpos.com) - Wakil Gubernur (NTB) Nusa Tenggara Barat Hj Sitti Rohmi Djalilah yang sudah dua kali menerima

  • 10 Maret 2021 3266x
Program Jaksa Masuk Sekolah, Penkum Kejati Sumut Penyuluhan Hukum di SMA Negeri 4 Medan

Medan (tajukpos.com)-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Penkum Kejati Sumut menggelar acara Penyuluhan Hukum dalam Program

  • 08 Maret 2021 3265x
Ketua Partai Demokrat se Sumut Sampaikan Pernyataan Tolak KLB Sibolangit ke Kemenkumham

Medan(tajukpos.com) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 33 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota se Sumut sebagai

  • 08 Maret 2021 3174x
Kejatisu Tahan Tiga Terrsangka Dugaan Korups iPeningkatan Jalan di Humbahas

Medan (tajukpos.com)  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi

  • 07 Maret 2021 3278x
Kebakaran Terjadi di Kotapinang Sumut, 11 Ruko Hangus

Labuhanbatu Selatan (tajukpos.com) Kebakaran hebat melanda Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara

  • 07 Maret 2021 3218x
Pemprov Sumut Komitmen Kembangkan "Food Estate" di Humbang Hasundutan

Medan (tajukpos.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara komitmen mengembangkan "food estate" atau lumbung pangan

  • 06 Maret 2021 3280x
Bernad Limbong: Kita Doakan Agar Pembangunan Tugu Limbong Cepat Selesai

Jakarta (tajukpos.com) – Niat kuat keluarga be­sar Limbong Mulana un­tuk membangun tugu akan segera terwujud,

  • 03 Maret 2021 3187x
Penkum Kejatisu Luhkum ke SMAN I Medan

Medan (tajukpos.com) Penyuluhan Hukum (Luhkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dengan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMA

  • 26 Februari 2021 3420x
Bobby Nasution Resmi Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Medan (tajukpos.com) Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, resmi dilantik menjadi Wali Kota Medan. Pelantikan

  • 25 Februari 2021 3514x
Pimpin Sertijab, Kajati Sumut : Optimalkan Pengawasan dan Pendampingan Penggunaan Anggaran Covid-19

Medan (tajukpos.com) Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Ida Bagus Nyoman Wiswantanu (IBN Wiswantanu) meminta kepada semua

  • 24 Februari 2021 3242x
Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua di Sumut Dimulai 1 Maret

Medan (tajukpos.com) Vaksinasi COVID-19 untuk tahap kedua di Sumatera Utara akan dimulai 1 Maret 2021 setelah tahap pertama

  • 24 Februari 2021 3225x
Gubsu Dijadwalkan Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 26 Februari

Medan (tajuk.com) Gubsu (Gubernur Sumatera Utara)  dijawalkan akan melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby