Jalan Berlubang Dikeluhkan Warga Kwala Bekala
Medan (Tajukpos) - Seringnya terjadi kecelakaan lalulintas akibat banyaknya jalan yang berlubang di kawasan Jalan Jadi Baru Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor hingga Gang Beton Kelurahan Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan menjadi keluhan warga.
Lubang yang besar bukan hanya di salah satu sisi, namun di kedua sisi jalan, sehingga para pengendara yang melintas merasa susah melintas. Bahkan tidak jarang, para pengendara berselisih paham akibat mengelakkan lubang-lubang tersebut, ujar Warga Lingkungan XIX Marlon Saragih saat mengikuti Reses I Tahun 2019 yang diselenggarakan Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem di Jalan Jaya Tani Simpang Kompos Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Sabtu (21/12/2019).
Selain itu, jalan itu merupakan akses menuju objek wisata kebanggaan Kota Medan yaitu Kebun Binatang Medan (KBM). Bagaimana nantinya para wisatawan melintas menuju KBM, kalau jalannya sangat memprihatinkan seperti itu, ungkapnya dihadapan tidak kurang dari 600 warga yang hadir. Apalagi saat ini mau menyambut Tahun Baru 2020, lanjutnya, warga berharap Dinas PU segera mengaspal jalan tersebut pada akhir tahun ini.
Selain kondisi jalan, Saragih juga mengeluhkan kurangnya lampu jalan dan banyaknya padam di gang-gang ke rumah warga. Alhasil gang tersebut gelap dan rawan aksi kejahatan.
Sementara itu, Penatua K Manurung warga Jalan Jaya Tani mengeluhkan pembangunan aspal di jalan Jaya Tani yang terkesan asal jadi. "Pengaspalan sudah dilaksanakan namun hasilnya tidak maksimal. Demikian pula dengan parit yang ada di kampung ini, hasil pengerjaannya juga tidak sempurna," katanya seraya menyebutkan, baru dikerjakan sudah rusak kembali.
Menanggapi keluhan warga, Daniel Pinem yang merupakan Politisi PDI Perjuangan itu meminta kepada Dinas PU agar tidak hanya memberikan janji kepada masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan. "Saya minta Dinas PU jangan hanya janji-janji saja, yang dibutuhkan warga adalah solusi penanganan terhadap jalan yang berlubang tersebut," ujarnya.
Ditegaskannya, banyak keluhan yang disampaikan warga dalam reses itu akan ditampung dan dibicarakan dalam rapat di DPRD Medan. Hasilnya akan disampaikan kepada Pemko Medan dalam rapat paripurna. Daniel menegaskan, semua keluhan itu akan diperjuangkan. Namun dengan catatan, semua harus dengan skala prioritas. Yang bisa dikerjakan sampai akhir tahun ini, diharapkan bisa dikerjakan. Kalau yang besar dan memerlukan anggaran besar, akan dibawa dalam Musrenbang untuk diperjuangkan masuk dalam P-APBD 2020, ujarnya.
Dihadapan Lurah Kwala Bekala Sintong Sagala, perwakilan BPJS Kesehatan Nurul, Kasi Trantib Kecamatan Medan Johor Rustam dan lainnya, mewakili Dinas PU Edi Kurniawan mengaku sudah menyurvei lokasi jalan rusak di kawasan Jadi Baru yang dikeluhkan warga tersebut.
"Jika untuk diaspal kembali, tidak memungkinkan dengan mepetnya waktu. Kita akan survei dan menambal jalan yang berlubang tersebut," janjinya kepada warga yang disambut dengan tepukan. Sementara untuk jalan Jaya Tani, pihaknya juga akan dilakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil kerja petugas yang mengaspalnya. (S1)