Keluhkan Pasang Surut Air Laut, Warga Medan Labuhan Harapkan Perhatian Pemerintah
Medan (Tajukpos) – Air laut yang pasang surut menjadi keluhan warga Medan Labuhan. Saat air pasang, jalan dan rumah warga terendam air. Begitu juga dengan keberadaan parit yang cukup memprihatinkan, perlu dibenahi. Selain itu, warga juga meminta pemerintah memperhatikan tanah wakaf di daerah itu.
Warga kerap merasa susah kalau hujan turun, dibantu air pasang laut. Akibatnya rumah warga kebanjiran, ujar warga B Simatupang saat mengikuti Reses I Tahun 2019 yang diselenggarakan Anggota DPRD Medan Janses Simbolon di Halaman HKBP Jalan Jermal Raya Lk XV Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (20/12) yang dihadiri ratusan warga.
Hal senada diungkapkan Sinaga dan Pakpahan yang mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap tanah wakaf untuk warga yang meninggal.
Sementara itu warga lainnya, Viktor dan S Tanjung mengeluhkan sempitnya Jalan Sei Mati. Jalan yang banyak dilalui kendaraan itu, hendaknya diperlebar agar warga merasa lega kalau melintas dari jalan itu. Jangan seperti saat ini, kendaraan warga harus berhati-hati kalau berpapasan dengan kendaraan lain. Yang lebih dikhawatirkan lagi kalau terjadi kebakaran, mobil Damkar akan susah masuk memadamkan api. Diharapkan Pemko Medan segera melakukan pelebaran jalan.
Selain itu, warga juga mengharapkan adanya penambahan sumber air bersih di daerah mereka. Hal itu dimintakan karena kegunaan air itu sangat vital bagi kehidupan warga.
Warga lainnya, Murni Br Silalahi mengeluhkan maraknya peredaran Narkoba di lingkungannya. Ia khawatir generasi muda di lingkungannya akan terpengaruh dan memakai Narkoba. Selain itu ditanyakannya terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk warga. Bagaimana cara mendapatkannya, karena masih banyak warga yang belum menerima KIS ini.
Menanggapi itu, Janses Simbolon mengatakan untuk menangani pengaruh air pasang laut, harus diusulkan pembuatan benteng yang bisa menahan air masuk ke perumahan warga. Lalu dibuat pintu panel untuk mengatur air masuk dan keluar. Warga diharapkan bisa membuat usulan tentang itu sehingga bisa diajukan ke Pemko Medan melalui DPRD.
Selain itu masalah parit, disebutkan Politisi Hanura itu, hendaknya ada kerjasama masyarakat dan pemerintah. Masyarakat hendaknya juga menjaga parit yang ada dengan tidak membuang sampah sembarangan ke parit. Namun pemerintah juga diharapkan bisa mengeruk parit yang sudah banyak sedimennya agar bisa mengalirkan air. Untuk daerah warga yang belum memiliki parit, diharapkan Janses agar segera dibuatkan.
Perbaikan jalan dan pelebaran jalan yang diharapkan masyarakat, nanti akan diusulkan kepada Pemko Medan. Khususnya pelebaran jalan, harus dimasukkan melalui Musrenbang. Karena untuk pelebaran harus masuk kedalam program Pemko dan anggarannya harus ditampung APBD, ujarnya seraya mengakui pelebaran ini penting agar bisa dilalui mobil Damkar, pungkasnya. (S1)