Terpercaya, Mengungkap Fakta & Kebenaran
  • , WIB

AMPEMA Gelar Unjukrasa, Ketua DPRD Madina: Merkuri Sangat Berbahaya

  • 12 Desember 2019 3367x

Madina (Tajukpos) -  Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Erwin Efendi Lubis mengatakan, penggunaan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dalam kegiatan tambang sangat berbahaya bagi para penambang dan bagi masyarakat sekitar termasuk merusak lingkungan hidup.
Hal tersebut dikatakan Erwin saat menerima aspirasi pengunjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Penambang Madina (AMPEMA) menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Madina Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan, Kamis (12/12).
Erwin menyebut, semua aspirasi yang disampaikan pengunjukrasa akan mereka tampung kemudian dibahas di DPRD Madina. 
Namun, ia mengingatkan supaya penambang harus berpikir objektif dan tidak egois terkait permasalahan tambang rakyat selama ini.
"Kami paham atas situasi yang ada, tapi kami mengingatkan agar kita semua berpikir objektif dan tak egois.  Disini saya tegaskan, tidak ada penutupan tambang rakyat, tapi kita akan berupaya mencari solusi untuk menetapkan regulasi yang mengatur tambang rakyat," kata Erwin.
Di sisi lain, Ketua partai Gerindra Madina itu menyinggung soal penggunaan merkuri dalam kegiatan tambang rakyat yang sudah memunculkan berbagai permasalahan selama ini. 
Dan, ia menyebut pemakaian merkuri sangat berbahaya baik kepada penambang maupun kepada masyarakat yang dekat dengan lokasi penambangan.
"Saya ingin mengingatkan , apapun alasan yang kita lakukan, kita harus mengkaji kehidupan anak cucu kita kelak. Merkuri ini berbahaya, bisa menghancurkan kehidupan masyarakat kita. Karena itu, kami bersama Pemerintah akan mengkaji untuk mencarikan solusi, tujuannya guna menyelamatkan lingkungan dan masyarakat kita," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Madina AKBP. Irsan Sinuhaji S. IK. MH yang ikut hadir dalam menanggapi aspirasi penambang itu menjelaskan, pelarangan penggunaan merkuri oleh Pemerintah dikarenakan zat kimia tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. 
Ia mencontohkan kejadian yang ada di Maluku akibat penambangan emas menggunakan merkuri. Yang mana, tanah di daerah tersebut jadi gersang, sumber air minun rusak, sehingga kehidupan masyarakat di daerah itu terancam.
"Pemerintah telah melakukan kajian yang menyimpulkan merkuri ini berbahaya, karena itu dilarang pemakaiannya, dan sudah jelas ada aturannya," katanya.
Untuk itu, Irsan menghimbau penambang harus berpikir rasional yang tujuannya untuk menyelematkan lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, para penambang yang tergabung dalam AMPEMA itu meminta kepada Pemerintah agar menetapkannya regulasi terkait Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) agar mereka tetap bisa melakukan pertambangan. 
Menurut massa, banyak masyarakat yang bergantung hidup dari tambang rakyat itu sehingga mereka meminta Pemerintah dan DPRD tidak menutup tambang rakyat di Kabupaten Madina, melainkan membuat regulasi yang mengatur soal tambang rakyat. (t/s1)

>> BERITA TERKAIT

  • 12 Desember 2019 3430x
Rapat Bersama Forkopimda, Gubernur Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Silaturahmi

Medan (Tajukpos) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah

  • 12 Desember 2019 3443x
Rumah Terbakar di Lintongnihuta, Ibu dan Bayinya Tewas

Humbahas (Tajukpos) - Kebakaran satu rumah semipermanen di Dusun Martumbur, Desa Hutasoit I, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten

  • 12 Desember 2019 3646x
ATM BRI Kabanjahe Berulah, Uang Tak Keluar Saldo Berkurang

Kabanjahe (Tajukpos) – Lagi-lagi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI di Kantor Cabang BRI, Jalan Veteran, 

  • 12 Desember 2019 3334x
Rumah Terbakar di Hutasoit, Dikabarkan Dua Orang Tewas

Humbahas (Tajukpos) – Kebakaran melanda sebuah rumah di Hutasoit Dolok Martumbur, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten

  • 12 Desember 2019 3422x
8.000 KK Terima Paket Natal di Tapteng, Bupati: Perbedaan Keyakinan Tidak Memutus Silaturrahmi

Pandan (Tajukpos) - Menyambut Natal dan Tahun Baru 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Bupati

  • 11 Desember 2019 3388x
Sepi Pengunjung, FDT 2019 Dinilai Gagal Total Menarik Pengunjung.

Medan (Tajukpos) – Sepi pengunjung, Festival Danau Toba (FDT) 2019 dinilai tak menarik bagi  wisatawan. Hal tersebut

  • 11 Desember 2019 3576x
Merokok Berlebihan Bisa Sebabkan Terjadinya Keracunan Akut

Jakarta (Tajukpos) - Merokok secara berlebihan ternyata bisa menyebabkan seseorang menjadi keracunan. Paparan nikotin yang ada di

  • 11 Desember 2019 3719x
Widi Vokalis Vieratalle Buat Tato Kepulauan Indonesia, Kesakitan Tapi Ketagihan

Jakarta (Tajukpos) - Menyukai tato dan memilih untuk membuat tato di tempat yang tak terlihat, Widi Vieratalle memiliki tato

  • 11 Desember 2019 3816x
Makna Mendalam di Balik Tato Burung Garuda Melanie Subono

Jakarta (Tajukpos) - Melanie Subono merupakan salah satu artis yang memiliki tato di tubuhnya. Wanita yang dikenal sebagai musisi

  • 11 Desember 2019 3279x
Jokowi Ingin Infrastruktur Hubungkan Pasar dengan Sentra Produksi Rakyat

Jakarta (Tajukpos) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur. Saat

  • 11 Desember 2019 3505x
Satu Minggu Merantau ke Kupang, Pria Asal Medan Curi Motor

Kupang (Tajukpos) - Anggota Polsek Oebobo menangkap Iskandar, pria asal Medan, Sumatera Utara, karena diduga mencuri sepeda motor

  • 11 Desember 2019 3489x
Pemerintah Mulai Uji Coba Kartu Pra Kerja di Jakarta dan Bandung

Jakarta (Tajukpos) - Pemerintah segera merealisasikan program Kartu Pra Kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga

  • 11 Desember 2019 3411x
Kemenhub Minta Maskapai Pangkas Rute Penerbangan Sepi Penumpang

Jakarta (Tajukpos) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah meminta maskapai penerbangan pemangkasan

  • 11 Desember 2019 3390x
Ibu Muda Hamil Lumpuhkan Penjambret Handphone

Jember (Tajukpos) - Jangan remehkan emak-emak yang naik motor matik. Seperti yang dilakukan ibu muda di Jember, Jawa Timur,