Swangro bersama warga
Disambut Baik, Swangro Lumbanbatu Dapat Masukan dari Warga Samosir
Samosir (Tajukpos) - Pemimpin harus dinamis dan kontekstual, peka dengan sekeliling serta tidak anti dengan sekitar serta mendengar masukan masyarakat untuk pembangunan Samosir yang lebih baik lagi dan merata.
Hal tersebut dikatakan bakal calon (balon) bupati Samosir Swangro Lumbanbatu yang juga merupakan generasi milenial saat memaparkan kegiatannya yang diadakan di Samosir, 21-25 November 2019
Kehadiran Swangro Lumbanbatu menjadi balon di Samosir disambut baik warga dengan selalu memberikan masukan positif dalam menjalankan suatu pemerintahan.
"Beberapa masyarakat dari Desa Pintu Sona Pangururan, Desa Sibonor Ompuratus Palipi, Kelurahan Siogung-ogung Pangururan, Desa Sigaol Marbun Palipi, Desa Bonan Dolok Dianjur Mula-mula memberi masukan yang positif baik dari sisi pertanian, infrastruktur, pariwisata dan perekonomian," ujar Swangro.
Ditambahkan Swangro, pembangunan merata merupakan salahsatu sistem pemersatu daerah, tentunya dengan mengaungkan Marsiadapari (gotongroyong-red). Sebab, dengan
gotong royong bisa menjadi salah satu solusi untuk pembangunan Samosir yang adil.
Ia juga menceritakan jeritan masyarakat Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mula-mula Samosir. Jalan menuju daerah tersebut tidak mudah dilalui kenderaan baik roda 2 maupun roda 4. Sedangkan kalau naik kapal, warga sekitar harus taruhan nyawa apabila datang hujan dan ombak besar karena kapal yang ditumpangi kecil. Dan itu merupakan gambaran bahwa keadilan pemerintah dalam pembangunan yang tidak merata, ungkapnya.
Ditanya wartawan terkait potensi yang ada di Samosir, Swangro Lumbanbatu menjelaskan data BPS Samosit tahun 2018 diatas 50% masih tergantung pada pertanian. Artinya pembangunan infrastruktur tiap desa bahkan sampai dunau harus betul-betul merata dan adil untuk menambah perekonomian perkapita Samosir.
Ia juga menyampaikan, penjual Tuak dan Usaha Tuak juga harus dikembangkan menjadi UMKM sebaik mungkin, namun harus lebih signifikan. Serta berharap, slogan "Samosir Kepingan Surga" hanya slogan semata, nyatanya dipedalaman masih butuh pembangunan dan kehadiran pemerintah.
"Inilah Tugas sebagai kaum milenial, mampu mencari bahkan memberi solusi. Orngtua kita aja masih sanggup memberi motivasi kita, apalgi kita masih energik," tegas swangro.
Di sela-sela kegiatan Swangro Lumbanbatu yang turun menyambangi masyarakat samosir juga didampingi team kaum milenial yaitu Ery Manihuruk, Wulan Nainggolan, Eddis Silalahi, Jhodamay, Anugrah, Goklas, Joko. (Rasi)